Tamu yang Particular

by - Desember 28, 2025



PESTA harus dilakukan apabila ada kemampuan, ketika datang tamu dari seberang. Itu yang kami lakukan ketika rombongan teman-teman Denpasar Bali sedang bergerak dari Banyuwangi menuju Kalisat. Mereka bersembilan, dua perempuan dan sisanya laki-laki. Begitu bila dihitung secara gender. Resty dan kawan-kawan Sudut Kalisat segera memberitahu mereka tentang denah ruang ingatan. "Ini kamar mandi, ini kamar perempuan, ini dapur, dan lain sebagainya." 

Dari sembilan orang itu, separuhnya adalah arsitek. Menjadi wajar ketika mereka bertanya tentang arsitektur rumah jengki di Kalisat. Mereka seperti sedang melacak jejak-jejak juragan tembakau paska Indonesia merdeka hingga 1960-an. 

Putu Sayoga, seorang fotografer dokumenter, dia sempat mengeluarkan seperangkat drone hanya agar bisa membidik pajudun merpati getakan dari ketinggian. 

Di antara mereka ada juga Lutfi, saudara kembar Anang Putra S, cah Tulungagung yang saya kenal di wilayah konflik tambang emas di Banyuwangi dan kini telah ada di Australia. Lutfi memang sama seperti Anang. Mulai dari rahang, paras wajah, pawak'an hingga gaya rambut. Namun menurut Lutfi, mereka sepertinya berbeda dan bukan identik. 



Bersama Juli Sastrawan, kami banyak berbincang tentang musik, tentang platform musik apa selain spotify yang menarik untuk dilirik saat ini, hingga dunia penerbitan buku. Bli Putu Juli Sastrawan adalah seorang penulis, peneliti, dan penggerak keberadaan Penerbit Partikular di Denpasar. 

Syukurlah teman-teman Selokan Belakang nututi berjumpa dengan teman-teman Bali. Selokan Belakang habis manggung di Kalibaru, Banyuwangi, dan segera pulang ke Sudut Kalisat.

Sayang teman-teman Bali ini tidak menginap. Mereka ikut jadwal kereta malam Tawang Alun jurusan Malang - Banyuwangi. Kami mengantarkan ramai-ramai ke stasiun Kalisat, jalan kaki. 

"Besok ada rombongan kecil dari Trenggalek. Mereka mau nobar film dokumenter 'Tambang Emas Ra Ritek' di Kalisat. Jika menginap, bisa jumpa dengan Alvina dan kawan-kawan." 

Tapi sayang, ada agenda lain menanti mereka di Pulau Dewata. 

Ada yang baru datang dari Bali, yaitu Hamdan Tamimi, ada yang dari Bali datang ke Kalisat. Rasanya Kalisat - Bali memang sangat dekat, baik secara sugesti, ekonomi, maupun sosial budaya. 

Terima kasih teman-teman Bali. Semoga kita bisa jumpa lagi. 

Dokumentasi Sudut Kalisat, 27 Desember 2025

TAMASJA NET

0 comments