Berkarya Tanpa Batas
SETIAP tanggal 30 Desember tiba, saya sering teringat gelaran acara Sudut Kalisat pada tujuh tahun yang lalu. Ia digelar selama lima hari, sejak 30 Desember 2017 hingga 3 Januari 2018. Orang-orang di Kalisat suka mempercandakan pilihan tanggal itu. Mereka bilang, pameran 'Kalisat Tempo Dulu 3' adalah yang terpanjang, digelar selama satu tahun.
Tema saat itu adalah berkarya tanpa batas. Judul itu disepakati bukan tanpa melewati perbincangan yang panjang. Masih ada proses eker-ekeran yang cukup bergizi sebelum kemudian tema 'berkarya tanpa batas' disepakati. Saya ingat waktu itu bilang, "Merdeka adalah ketika kita telah bisa menghargai batas-batas." Namun saya suka sebab teman-teman Kalisat punya tafsir yang bagus tentang berkarya tanpa batas. Ia lebih mengarah pada sikap egaliter. Tidak ada batas suku, agama, ras, sepak bola, tidak ada urusan dengan band favorit baik mayor maupun minor, dsb. Jika pun ada batasan, ia dibatasi oleh perasaan cinta damai dan berpihak kepada mereka yang lemah dan mengalami ketidakadilan atas ruang hidupnya.
Saya juga tidak tahu, sekian tahun terakhir selalu teringat akan Kalisat Tempo Dulu 3, setiap kali 30 Desember tiba. Seperti hari ini, 30 Desember 2025.

0 comments