Setelah Panen Labu Halloween
LABU berwarna kuning ini identik sekali dengan perayaan Halloween, sebuah tradisi yang hanya saya kenal di film-film produksi Hollywood. Di Kalisat, orang menyebut labu Jack O' Lantern ini dengan sebutan labu kuning. Sebiasa itu saja namanya.
Tanaman labu kuning memang bukan berasal dari Indonesia. Ia datang dari benua Amerika, khususnya Amerika Tengah dan Selatan. Anggota keluarga Cucurbitaceae ini kemungkinan hasil introduksi di masa penjajahan Eropa di Asia, khususnya ketika mereka merambah kuku-kuku invasinya ke Indonesia. Bisa pula datang di masa pertukaran tanaman alias Columbian Exchange.
Pertukaran Columbus atau Pertukaran Besar adalah perpindahan hewan, tumbuhan, kebudayaan, manusia, teknologi, dan pemikiran antara benua Amerika dan Afro-Eurasia pada abad ke-15 dan ke-16. Pertukaran ini terjadi berkat kolonisasi dan perdagangan Eropa setelah pelayaran Christopher Columbus tahun 1492. Meski tidak disengaja, efek samping dari masa pertukaran tanaman dan hewan adalah terjadinya penularan penyakit.
Barangkali dari sanalah kita mengenal labu kuning alias labu halloween alias labu Jack O' Lantern ini.
Di tangan para perempuan kalcer Sudut Kalisat, labu Jack O' Lantern bisa mereka sulap menjadi kue lumpur, donat, hingga sayur yang sangat sedap.
Waktu kami melakukan panen labu, 22 Desember 2025, kami masih dalam kondisi lemas. Baru sehari kami di Kalisat. Sebelumnya, antara 15 Desember sampai 21 Desember 2025, teman-teman Sudut Kalisat melakukan perjalanan ke Madura dan tinggal di desa Gadu Barat, kecamatan Ganding, Sumenep. Mas Budi membantu proses panen. Dia juga memanen daun-daun labu yang masih muda untuk dijadikan sayur. Buah labu muda juga bisa dijadikan bahan sayur.
Hari itu kami juga panen ranti, lombok, dan lima butir telur ayam kampung jenis ketawa. Alangkah indahnya hidup ini. Kami seperti sedang melakukan reformasi agraria dalam skala kecil, berbagi labu dengan tetangga terdekat, dan tak perlulah MBG bila kita semua saling berbagi saling menguatkan. Jika perlu, bisa bikin koperasi dengan kekuatan orang-orang terdekat, seperti yang dicita-citakan Bung Hatta, bukan koperasi seperti yang kita kenal sekarang ini.

0 comments