Mengapa Membaca Buku Menjadi Penting

by - Januari 08, 2026

SAYA pernah menulis di blog tamasja sebuah artikel berjudul, Ngobrol Karo Menungso Juga Literasi. Ia tentu saja sebuah ajakan untuk sejenak meletakkan buku dan kemudian mengalami peristiwa berbincang dengan orang lain. Namun bukan berarti artikel pendek itu dirancang agar Anda jauh dari buku. Tidak demikian. 

Membaca buku menjadi penting sebab di dalamnya terdapat pemikiran orang lain, yaitu si penulis itu sendiri. Jadi kita tidak tenggelam dalam tempurung dan pemikiran kita sendiri. Membaca buku adalah sebuah cara yang bagus untuk menghancurkan egosentris dan mulai terbuka pada pemikiran orang lain. Bagi seorang muslim, membaca buku adalah tentang mengamalkan surat Al-Hujurat ayat 13. 

Di hari-hari penuh scroll, membuat kita semakin jauh dengan dua hal; membaca buku dan membaca kehidupan orang lain melalui ngobrol. Sesederhana itu sebenarnya pesan yang hendak saya sampaikan pada artikel ngobrol karo menungso juga literasi. Di artikel yang sekarang ini, pesannya berbeda lagi, tentang mengapa membaca buku menjadi penting. 

Membaca buku setidaknya memiliki dua poin penting.

1. Formasi
2. Informasi. 

Sangat disayangkan sebab ingatan kita hanya lengket dengan poin nomor dua dan melupakan yang pertama. Padahal sudah sangat jelas bahwa membaca buku dapat membuat format baru atas diri kita. Dia berfungsi untuk menyusun ulang pemikiran kita, bikin tatanan baru, dan terus menerus menumbuhkan otak kita. Otak tidak stagnan, dia berkembang. Tak perlu sakit hati bila ada banyak orang di luar sana bilang bahwa IQ orang Indonesia rata-rata rendah. Kalau kita hanya sekadar emosi dalam menanggapi itu, maka selamanya tesis itu benar. Kita butuh bergerak, melakukan sesuatu bila perlu, hingga dapat memberi inspirasi. 

Sekecil apapun usaha orang-orang di sekitar kita dalam melakukan ajakan membaca buku, maka tidak ada alasan untuk tidak mendukungnya. Meskipun ada satu yang kadang sulit diterima, bahwa kritik juga sebentuk dukungan yang terang-terangan. 

Kita perlu mendukung keberadaan komunitas semacam Maara Baca Jember, dan atau Kios Buku Ruli yang masih dalam proses. Kita perlu mendukung sebuah band indie bernama Selokan Belakang sebab mereka menawarkan lirik-lirik dari hasil membaca. Bukan dengan dipuja-puji tanpa cela, tapi dengan apresiasi yang sehat. Bila kuat, mereka akan bertumbuh. Bila nesuan, akan ada eliminasi alami. Sesederhana itu, teman-teman. Maaf bila saya mangajukan contoh yang dekat-dekat saja. 

Kita butuh membaca buku agar memiliki kemampuan menangkap sisi-sisi kehidupan dengan luas dan mendalam. Kita butuh membaca buku agar memiliki kemampuan analisa dan sintesa, agar memiliki kecakapan hidup. Dan itu semua dapat kita temukan melalui pemikiran orang lain. Tanpa bersentuhan dengan pemikiran orang lain yang berserakan di buku-buku, maka kecerdasan kita sendiri hanyalah ilusi alias kita masih cek longornya tapi gak rumongso nek goblog. 

TAMASJA NET

0 comments