NILAI
DALAM bahasa Melayu, nilai memiliki arti taksiran harga, derajat, kualitas, mutu, dan atau kadar. Nilai juga digunakan dalam mengukur urusan moral seperti etika dan budi pekerti. Namun sayang sekali, kadang kata nilai juga mengalami mengkerdilan makna dan hanya menjadi urusan nilai-nilai dalam ujian mata pelajaran di sekolah. Selain nilai, kita mengenal istilah penilaian, dinilai, dan ternilai.
Secara etimologi yang lebih luas lagi, kata nilai dianggap setara dengan bahasa Latin yaitu valere. Valere memiliki arti berguna, kuat, mampu. Bisa juga diartikan sebagai berdaya. Makna valere mengacu pada sesuatu yang bermutu, penting, berharga, atau berguna bagi khalayak. Baik itu dalam bentuk material maupun non-material. Dalam bahasa Inggris, valere disebut sebagai value. Artinya sama seperti Al-Qimah bila dalam bahasa Arab.
Perbincangan tentang nilai terjadi hari ini ketika Pak Bambang Rudianto datang berkunjung ke Sudut Kalisat. Kami mengenalnya sejak ia masih duduk sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember. Kini ia sudah tidak lagi di Disparbud melainkan bergeser sebagai Komandan Satpol PP Jember.
Mulanya tentang cerutu, lalu tentang tembakau Jember non bahan cerutu, tentang sejarah kabupaten Jember, tentang ayam ketawa, hingga tentang bagaimana sebaiknya memberi nilai pada hidup dan kehidupan kita.
Hari ketika Pak Rudi silaturahmi ke Kalisat, kampung kami sedang berduka. Bu Har meninggal dunia. Orang-orang segera melayat ke rumah duka, dan tak seorang pun mempermasalahkan apa agama yang dianut oleh Almarhummah. Benar, beliau non muslim. Kami tidak masalah dengan itu. Perbedaannya tentu di urusan proses pemakaman dan ritual-ritual pemakaman.
Asalkan memiliki nilai, hidup akan menjadi bermakna. Mari menjadi berguna.

0 comments