Senin yang Dimulai dengan Kabar Carok
SENIN yang suram di kecamatan Kalisat. Hari ini, pagi-pagi sekali, kisah dimulai dengan berita tentang terjadinya carok antara dua warga desa Glagahwero yang masih saling berkerabat. Mereka adalah Sumarsono, 52 tahun, dan Buradi yang berusia 68 tahun. Dalam kejadian itu, Sumarsono meninggal dunia ketika sedang diupayakan ke rumah sakit. Ada banyak versi yang berkembang di masyarakat, dari mulut ke mulut.
Sementara itu di dunia maya ada yang bertanya, "Ini Glagahwero mana?" Maklumlah, di kecamatan Panti, Jember, ada juga sebuah desa dengan nama yang sama, Glagahwero.
Uring-uringan juga terjadi di media sosial seperti Facebook dan Tiktok. Mau tak mau saya membacanya ketika mencoba mencari tahu informasi itu. Lalu lelah. Lalu saya menyudahinya.
Hari ini saya habiskan dengan kegiatan sehari-hari di rumah dan di halaman belakang, juga mengunjungi ruang ingatan. Malam harinya, saya membalas pesan dari Sander Francken di Belanda.
Baru pada 23 Januari saya dengar kabar Sherin putus dengan pacarnya. Hari ini ada kabar suram dari desa Glagahwero. Seperti ini hidup, selalu ada kabar-kabar sedih yang nylempit di hari-hari yang kita lalui. Ketika saya buka akun X isinya sama saja. Kesedihan. Hanya saja kesedihannya lebih global. Mulai dari kesedihan tingkat nasional hingga geopolitik. Syukurlah saya masih terhibur dengan suara ayam ketawa.
0 comments