Mencari Persewaan Kios di Pasar Kalisat

by - Januari 01, 2026



KARIN jadi berangkat ke Bali. Dia berangkat sebelum saya bangun tidur, jadi kami tidak jumpa di pagi pertama di tanggal 1 Januari 2026. Hari ini saya bangun siang. Maaf, Karin. Lalu, seperti yang dibicarakan sebelumnya, kami berangkat ke Pasar Tradisional Kalisat untuk mencari persewaan kios. Ia adalah sesuatu yang pernah dilakukan oleh Aldi pada periode Oktober - November 2025, namun tak segera diputuskan. Cita-cita lama, sebenarnya. Punya tempat mendarat di pasar. Mulanya Aldi hendak berjualan dawet dan aneka kue di sana. Tapi dia telah ambil keputusan yang bagus perkara pekerjaan pada 8 November 2025. Saya mendengarnya dari teman-teman sehari setelahnya. Sejak hari itu hingga kalender berganti, Aldi tak pernah ke ruang ingatan. Dia disibukkan dengan aktivitas barunya. Doa saya untuknya, sehat selalu. Saya tak ingin mendengar kabar Aldi sakit-sakitan, seperti tujuh tahun lalu ketika ia kerja di kecamatan Sumberjambe dan setiap hari jumpa dengan serbuk kayu. 

Suasana masih tak nyaman paska kejadian semalam, tentang Hafid yang habis memarahi keponakannya. Sebut saja 'Peristiwa 23.36 WIB.' 

Saya tidak tahu persis bagaimana duduk persoalannya, hanya bisa merangkai dari apa yang selintasan diucapkan oleh Hafid ketika sedang marah dan tak terkendali. Saya juga belum bisa memastikan apakah itu urusan internal keluarga atau urusan keluarga yang nyrempet ke kolektif, atau dengan perspektif sebaliknya. Hafid belum mengajak saya bicara. Saya pun enggan bertanya, khawatir itu masalah internal keluarga. 

Saya, Hana, dan Aina, kami ikut terjun langsung ke lokasi memantau keadaan lapang. Rupanya Hamdan Tamimi sreg dengan pilihan pertama, empat rongkang kios milik Haji Abdus Salam. Kami juga merasa cocok dengan tempat yang tersembunyi itu. Lokasinya ada di sudut dan terlihat sudah lama tidak beroperasi. 

Hamdan bilang, dia ingin memulai usaha konvensional jual buku. Tapi tentu saja ditopang pula dengan cara-cara modern, mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Intinya, dia ingin memindah suasana Penerbit Partikular di Denpasar ke Kalisat. "Iku menarik," katanya. 

Motor kami parkir di halaman rumah Hafid di Timur Kawedanan. Pulangnya tentu kami kembali ke sana. Untuk ambil motor dan untuk meminta nasehat Ibunya Hafid, sosok yang selama ini membantu urus pencarian kios. Maturnuwun Ibu. 

Dari proses berangkat hingga pulang, Hafid masih terlihat kikuk. Adaptasi. Saya hanya berharap semoga ada jalan keluar terbaik untuk urusan keluarga. Bila itu nyrempet juga ke hal lain, sangat bisa dibicarakan baik-baik. 

Peristiwa 23.36 WIB lekas menebarkan energi negatif di ruang ingatan. Semua terlihat lemas. Orang-orangnya menjadi geddur. Saya dan Hana sebenarnya bersyukur Karin tamasja ke Bali. Tapi di ruang ingatan masih ada Qorry 'Aina Damayanti. Ketika peristiwa itu terjadi, dia dan Hana sedang berada di depan layar komputer, berkejaran dengan waktu untuk urus pajak Yayasan Studi Arsip Sudut Kalisat. Kata Hana, kedua tangan Aina tremor. Ngejjer. Keluar keringat dingin. Dia ketakutan, baik fisik apalagi mental. Tapi dia juga tak punya alasan lain selain terus melanjutkan aktivitasnya di depan monitor. 


Sejak semalam hingga hari ini saya dan Hana memutuskan untuk tidak kemana-mana. Tidak pula pulang ke rumah. Kami pulang ke rumah hanya sewaktu-waktu untuk ambil sesuatu. Dalam urusan mengembalikan energi, kami memilih menjadi W. Kita tahu, dalam ilmu fisika simbol W digunakan untuk usaha. Rumus untuk W sangat sederhana, W = F x s. Satuan usaha disebut J alias Joule. Dalam rumusan usaha, saya dan Hana hanya membutuhkan gaya dan perpindahan benda. Agar mendapatkan satuan usaha (Joule) yang positif, kami butuh memberikan gaya yang searah dengan perpindahan benda. Begitu kira-kira bahasa mbuletnya. Maafkan. Karena perpindahan benda yang dibicarakan sebelumnya adalah tentang cita-cita memiliki kios di tengah pasar tradisional Kalisat, maka kami memberikan gaya yang searah. 

Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, tidak Resty tidak pula Hafid, bila memang itu urusan privacy keluarga. Tetapi kadang mengembalikan energi memang bukan sesuatu yang gampang. 

Ngomomg opo jare 😜 Sesekali macak dadi fisikawan kan gakpopo. 

Selamat ganti kalender Masehi, teman-teman. Sehat-sehat dan bahagia. 


TAMASJA NET

0 comments