Ide Sharing Session
Saya lupa bercerita tentang perjumpaan pertama dengan Cacing pada 15 Januari 2026 lalu, ketika dia dan Vendra datang ke ruang ingatan. Saya bikin catatan perjumpaan itu di artikel pendek berjudul, Bikin Soto Sendiri. Sebenarnya di perjumpaan itu ada ide terkait keinginan Vendra dan tim untuk bikin sharing session bareng Ananda Badudu dan Sasha. Mereka bertanya kepada saya, apa bisa menjadi teman bicara untuk itu? Waktunya 45 menit, dimulai pukul sepuluh pagi sebelum cek sound.
Saya bertanya, kenapa bukan Iqbal saja sebagai moderatornya? Mumpung saat itu ada Iqbal.
Alhasil, saya bilang ke Vendra dan Cacing kala itu, apa yang bisa saya bantu maka akan saya bantu.
Tadi pagi Vendra kirim pesan ke saya. Pesan teks itu masuk pukul 09.23.
"Assalamualaikum, pagi mas bro... izin mengkonfirmasi mas, untuk obrolan beberapa minggu lalu yg saya dengan cacing ke ruang ingatan terkait sharing session dengan pihak Banda Neira, si pihak Banda Neira setuju mas cuman tema obrolannya aja yg harus di konfirmasi kan kpd pihak banda neira kas, kira kira kapan bisa menemui samean sya mas bro ? 🙏🏻"
Apa yang dimaksud Vendra sebagai 'beberapa minggu lalu' tentu mengenai perjumpaan di tanggal 15 Januari 2026 alias delapan hari lalu.
Pada akhirnya kami bikin janji jumpa malam ini di ruang ingatan, rumah bagi kolektif Sudut Kalisat. Perjumpaan malam ini melahirkan janji jumpa berikutnya. Rencananya dua hari lagi.
Kami baru bisa jumpa malam hari ini sebab tiba-tiba saja hari ini saya kedatangan banyak tamu. Sore juga ada acara yang terbilang penting, yaitu perjumpaan dengan beberapa ahli lingkungan untuk membahas bahaya laten Danau Tunjung di Pegunungan Hyang - Argopuro wilayah Jember. Ia adalah lanjutan dari apa yang sebelumnya dibicarakan di Egalitarian Universitas Islam Jember pada 14 Januari 2026, di acara Sarasehan Konservasi. Malam ada rombongan penulis dari luar kota, tiga orang. Mereka adalah Mas Atmo, Mas Renggo pendiri Dongeng Kopi Jogja, dan Irwan Bajang. Ada juga teman dari masa lalu, Abdul Rosi. Dia mengajak dua temannya dari Gebang, Jember.
Kami baru bisa jumpa malam hari ini sebab tiba-tiba saja hari ini saya kedatangan banyak tamu. Sore juga ada acara yang terbilang penting, yaitu perjumpaan dengan beberapa ahli lingkungan untuk membahas bahaya laten Danau Tunjung di Pegunungan Hyang - Argopuro wilayah Jember. Ia adalah lanjutan dari apa yang sebelumnya dibicarakan di Egalitarian Universitas Islam Jember pada 14 Januari 2026, di acara Sarasehan Konservasi. Malam ada rombongan penulis dari luar kota, tiga orang. Mereka adalah Mas Atmo, Mas Renggo pendiri Dongeng Kopi Jogja, dan Irwan Bajang. Ada juga teman dari masa lalu, Abdul Rosi. Dia mengajak dua temannya dari Gebang, Jember.
Itu saja catatan hari ini.
0 comments