Anindya Asti Wibowo
ANIN tiba di Jember pada Senin malam kemarin, dan kami baru bisa jumpa hari ini di Kedai WTC Jember. Dia datang dengan mengenakan baju kotak-kotak ala Jokowi - Ahok era 2012. Agak lama kemudian, datang Qorry 'Aina Damaiayanti. Dia pakai masker, masih batuk rupanya.
"Anin ngapain aja selama pulang ke Kalipuro?"
Maka mengalirlah cerita dari Anindya Asti Wibowo, meskipun dimulai dengan kalimat pendek, "Ya gitu deh."
Kepada Anin, saya ceritakan kabar-kabar terbaru tentang proses teman-teman di ruang ingatan, terutama tentang rencana pembukaan kios buku ruli di pasar tradisional Kalisat.
"Buatin logo ya. Hamdan butuh logo kios buku ruli, katanya."
Anin memang pandai menggambar. Kadang pakai crayon. Dia juga sesekali membikinkan logo untuk unit usaha milik teman-temannya.
Sore ketika kami berbincang di kedai itu, Karin sedang menyeberang dari Gilimanuk menuju Ketapang. Dia ada di Bali sejak 1 Januari 2026, dan hari ini dia akan pulang ke Kalisat.
Kembali ke Anin. Dia sedang mempersiapkan diri untuk seminar proposal pada 14 Januari. Saya bilang ke Anin, nanti kalau urusan sempro sudah kelar, kita masak-masak di Kalisat. Sehat-sehat, Anin.
Di kesempatan nongkrong hari ini, kami juga jumpa dengan Mas Bebeh. Kami bicara tentang nasib lagu-lagu tamasya band. Akhirnya kami sepakat untuk meminta bantuan Dimsy. Lalu Dimsy kontak Ismam Saurus, dan Ismam bilang dia sendiri yang akan bantu urus lagu-lagu kami ke agregator.
Di kesempatan nongkrong hari ini, kami juga jumpa dengan Mas Bebeh. Kami bicara tentang nasib lagu-lagu tamasya band. Akhirnya kami sepakat untuk meminta bantuan Dimsy. Lalu Dimsy kontak Ismam Saurus, dan Ismam bilang dia sendiri yang akan bantu urus lagu-lagu kami ke agregator.

0 comments