Posisi Sudut Kalisat di Weekend Kalcer

by - Januari 31, 2026


SUDUT KALISAT adalah sebuah kolektif, bergerak secara riang gembira. Meskipun dimulai sejak 2015, dia baru berbadan hukum sejak Agustus 2024 sebagai yayasan, dengan nama lengkap Yayasan Studi Arsip Sudut Kalisat. Begitulah adanya. Sebagai sebuah kolektif, tentu saja Sudut Kalisat tak berorientasi laba. Meski demikian, kolektif kecil ini selalu saja mengedepankan niat baik. Jadi ketika pada 1 Januari 2026 ada tawaran dari teman di Kalisat yang bergerak di Event Organizer (EO) agar Sudut Kalisat menjadi media partner, kami mengedepankan niat baik. Apalagi teman yang dimaksud adalah Vendra, owner Kedai Sarkawi. Dia teman satu tongkrongan Iqbal. Dengan senang hati kami menerima tawaran itu. 

Mulanya Hanya Media Partner. 

Tugas Sudut Kalisat tentu seputar mengunggah informasi yang disuguhkan oleh IG WeekendKalcer. Mereka punya program bikin panggung intim di Agrokita Rembangan, dengan bintang tamu utamanya adalah Sasha dan Ananda Badudu, duo musisi indie Banda Neira. Ia akan berlangsung pada 1 Februari 2026 tak lama lagi. 

Dari yang mulanya hanya sebagai media partner, gagasan dari Vendra kemudian berkembang ke hal lainnya yaitu Sudut Kalisat bikin pameran di sana, hingga ke sharing session bersama Banda Neira. Oleh Vendra kami dikenalkan pada adik kandung Topan, yaitu Cacing. Maaf saya lupa nama aslinya. Perjumpaan saya secara langsung dengan Cacing terjadi di ruang ingatan pada 15 Januari lalu. Semua ide-ide yang berkembang itu kami terima dengan riang gembira, selama teman-teman Sudut Kalisat bisa melakukannya. 

Jadi, posisi kolektif Sudut Kalisat di acara Weekend Kalcer menjadi sebagai berikut;

1. Media partner
2. Bikin space pameran sendiri berjudul; Kelak yang Kita Punya Hanya Bayang-bayang
3. Bikin zine dengan judul yang sama dan berjualan mercandhise sisa-sisa Lanskap Bercakap, di kompleks pameran Sudut Kalisat
4. Saya menjadi pemantik diskusi bersama Banda Neira 

Sampai H-1 kami masih belum tahu apa saja sponsor yang mendukung acara ini selain air mineral Cleo, Logo Pemkab, dan Dji Sam Soe. Kami juga tidak tahu menahu urusan karcis, laku berapa dan bagaimana sebab itu bukan bagian kami. Ia menjadi urusan dari teman-teman EO sendiri. Saya bahkan tidak tahu nama EO mereka apa. Bagi saya, mengenal Vendra saja sudah cukup. Apalagi sekarang saya sudah kenal dengan Cacing. 


Sebagai pengingat, berikut adalah catatan dari istri saya, Zuhana AZ. Sekali lagi, hanya sebagai pengingat saja. 


Media partner tanggal 1 Januari 2026 pukul 14:38 WIB 

Vendra ke RI bahas pameran tanggal 1 Januari malem jam sekitar jam 20.30 WIB 

15 Januari malam, dalam perayaan sempro Anon dan Nyala, anak-anak RI masak soto, Vendra dan Cacing ke RI untuk membahas biaya produksi. Menurut Vendra, Iqbal secara sepihak memperkirakan biaya pameran sekitar 350 ribu. Saat itu Hana dan Aina sedikit kaget karena memang sebelumnya tidak ada omongan itu. Sebelumnya Vendra menawarkan dengan menyediakan lapak untuk Sudut Kalisat berjualan merchandise. Karena ingin juga mencoba berjualan makanan dan minuman, kami mencoba menanyakan bagaimana sistemnya.  Vendra menawarkan opsi, bagaimana jika uang pameran itu ditukar dengan biaya sewa tenant sebesar 500 ribu. Jadi biaya pameran akan ditanggung oleh Sudut Kalisat. Saat itu, karena memperhitungkan keadaan kas (yang lebih banyak urunan memakai uang Aina dan Mbak Hana) Aina merasa keberatan dengan sistem seperti itu. Takutnya kebutuhan pameran semakin banyak dan tidak bisa mengambil sepenuhnya pada kondisi kas yang kian mepet.

Di tanggal itu juga, 15 Januari, Vendra menanyakan pengalaman Sudut Kalisat yang mengadakan sharing session bersama Silampukau di KTD 10, karena dia ingin mencoba di Weekend Kalcer bersama Banda Neira. Saat itu, Vendra meminta Mas Hakim sebagai pemantik sekaligus teman ngobrol. Dalam kesempatan itu, Mas Hakim menawarkan kepada Iqbal tapi Iqbal menolak, dan Vendra tetap meminta Mas Hakim sebagai pemantik.

Pada 23 Januari, usai pertemuan tim ahli dengan tim riset terkait Danau Tunjung, ruang ingatan dipenuhi banyak tamu. Vendra datang sebagai tamu pungkasan saat itu. Dia datang untuk membicarakan terkait tema apa yang akan dibawakan saat sharing session bersama Banda Neira. Kemudian berjanji akan bertemu dua hari selanjutnya. Mas Hakim berjanji akan membuat semacam rancangan serta garis besar apa yang akan ditanyakan saat sharing session nanti.

Pada 25 Januari 2026. Malam setelah sorenya ziarah umroh di rumah Iqbal, kami ngopi dan punya janji temu bersama Vendra di Kopi ARA. Kami berbicara soal pertanyaan-pertanyaan yang akan disampaikan ke Banda Neira. Hamdan mempresentasikan rancangan pameran beserta perkiraan anggaran yang dibutuhkan. Saat itu Vendra bilang, kalau nanti belanjanya bareng dia. Saat itu, Mbak Hana mengkonfirmasi sekali lagi kepada Vendra soal tenant. Soal tenant masih akan berkembang karena masih harus berkonsultasi dengan banyak orang. Jadi sementara kita jualan merchandise, semisal ada perubahan dan nambah Fnb akan segera dikabari. Vendra menjawab, aman Mbak. 

Begitu catatan Zuhana AZ yang dalam tulisan di atas membahasakan dirinya sendiri sebagai Mbak Hana.

TAMASJA NET

0 comments