Sepasang Ayam Ketawa Durasi Sambung
SEPASANG ayam ketawa ditawarkan begitu saja di grup Facebook Ayam Ketawa Jawa Timur yang beranggotakan hampir limaribu orang, oleh pemilik akun Facebook bernama AL. Dia mengunggahnya pada hari ini, Jumat, 9 Januari 2026 pukul 09.38 WIB. Ketika saya membacanya, di kolom komentar sudah terdapat tigapuluh percakapan. Ada yang bertanya harga, minta dikirimi video ketika si jantan berkokok, hingga meminta nomor WhatSapp si penjual. Sepasang ayam ketawa ini dinarasikan dengan sederhana, sebagai berikut.
"Ayam ketawa asli bukan silangan. Kokoknya kadang nyambung panjang polll. Trah jelas, ayam diumbar ga' kerumat. Posisi nelur dua."
Di kolom komentar, si penjual bilang, "350 ambil semua.." Dari kolom komentar pula saya jadi tahu bila posisi si penjual ada di kecamatan Tempurejo, Jember.
Iseng, saya coba inbox penjual. Saya tanya, "Apa bisa kirim ke Kalisat ayam ketawanya, Mas?" Rupanya bisa, tapi saya harus nambah nominal sebesar limapuluh ribu rupiah. Total semuanya adalah empatratus ribu rupiah. Dia tidak segera berangkat ke Kalisat, sebab di sekitaran Galaxy Tempurejo sedang hujan deras. Namun akhirnya dia berangkat juga, dan terjebak hujan di tengah perjalanan. Sesampainya di Kalisat, kardus yang dia gunakan untuk wadah sepasang ayam ketawa tipe durasi sambung (dursam) itu sudah penyot, basah oleh air hujan. Si ayam ketawa, dua-duanya tampak kedinginan.
Akun Facebook bernama AL ini adalah inisial namanya, Ahmad Lutfi. Dia masih terlihat sangat muda dan bersemangat.
Saya dan Mas Ahmad Lutfi, pemuda dari Tempurejo
Dia bercerita tentang silsilah ayam ketawa dursam itu. Rupanya sepasang ayam ketawa tersebut mula-mula ia beli dari Agung Krisdiansyah di desa Glundengan, masuk kecamatan Wuluhan namun dekat sekali dengan kecamatan Balung. Kebetulan saya juga pernah ke desa itu, ke rumah Mas Agung untuk beli babon ayam ketawa, pada 22 Januari 2024. Sayang, babon yang saya beri nama Tunjung itu mati, sekian bulan kemudian. Semoga sepasang dursam ini cocok dengan udara Kalisat dan berjodoh di tangan saya.
Sepasang dursam yang saya beli dari Mas Lutfi ini masih trah si Ronin, dari keturunan Ronin yang ada di tangan Agung Krisdiansyah, Wisanggeni namanya. Pada 23 Desember 2023 Mas Agung Krisdiansyah dari Rampok Farm Jember itu pernah menulis pedigree trah Ronin dan trah Kojek.
Saya juga pernah beli ayam ketawa jago dari trah Ronin, pada 20 Januari 2024. Belinya ke Mas Sukron di desa Gambirono kecamatan Bangsalsari, Jember. Jago warna putih ini sempat saya pelihara lama sekali, sebelum akhirnya mati karena penyakit infeksi bakteri pada duburnya.
Siapakah Ronin?
Ronin adalah nama ayam jago milik Mas Agung Irawan dari Malang, Jawa Timur. Ronin pernah menjuarai kontes ayam ketawa tipe durasi panjang. Itulah kenapa setiap indukan yang dikawinkan dengan Ronin, semua anakannya terserap oleh para penghobi ayam ketawa. Cukup diumumkan di grup-grup Facebook, begitu biasanya pemasaran ayam hias pada umumnya. Saya tidak tahu bagaimana metode penjualan lainnya, sebab saya belum pernah berjualan ayam ketawa meskipun dari hasil kandang sendiri.
Saya belum memberi nama si ayam. Semisal harus diberi nama, saya akan memberinya nama Galaxy untuk si jago dan Nyai Galaxy untuk si betina. Sepertinya itu mudah diingat.
Saya memang sedang memulai ulang materi ayam ketawa. Meskipun telah memiliki seekor jago ayam ketawa tipe slow yang sangat saya sayangi, dari kandang Om Jinggong, juga betina slow yang saya beli sejak kecil dari Blitar, pada 29 Desember 2025 lalu saya beli tiga ekor anakan ayam ketawa jenis gretek alias disko dari luar kota. Kini saya memiliki tujuh ekor ayam ketawa dan seekor betina ayam kampung biasa dengan warna Songgobumi. Semuanya delapan ekor yang ada di halaman belakang rumah. Ia menjadi bagian dari Tamasya Ekosistem.
Mengapa saya jatuh cinta pada ayam ketawa? Menurut keyakinan saya, mereka keren. Mereka bahkan dapat tertawa terpingkal-pingkal oleh sebab ketidakbecusan pengurus negeri ini. Mereka tertawa dengan penuh percaya diri, penuh gaya, penuh energi, tanpa perlu takut diproses sebagai delik aduan.


0 comments