You and Everything Else

by - Oktober 22, 2025

Saya selalu gagal untuk tenang ketika Zuhana sakit. Blingsatan. Seharian ini dia demam, panas sekali suhu badannya, hingga persendian terasa ngilu katanya. Dia minta dibuatkan air panas di botol, untuk dia kompreskan ke beberapa bagian tubuhnya, termasuk ke lipatan kaki. Saya khawatir dia terkena Chikungunya, sebab sebulan lalu ada tetangga yang terserang infeksi virus itu. Tapi Hana bilang, "Aku hanya demam." Namun saya tetap khawatir dia habis digigit nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Saya memaksanya untuk periksa saja. Hana, seperti biasa, dia mengukur sendiri kekuatan tubuhnya. 

"Ini hanya demam. Aku cuma butuh anadex tablet dan troches." 

Saya titip Hafid untuk membeli obat itu di apotek milik Shasa, di seberang stasiun Kalisat. Sehabis menelan obat, Hana tertidur pulas. Dahinya sampai berkeringat, gobyos.

Saat itu saya teringat rekomendasi drama series dari Titania Elsa, judulnya, You and Everything Else. Segera saya buka laptop dan memutarnya. Saya menonton itu di ruang belakang yang jadi satu dengan dapur. Sedangkan kamar tidur kami hanya berbatas tembok dengan ruang itu. Bila Hana memanggil, saya akan segera tahu. 

Sore hari selepas hujan, teman-teman berkumpul di ruang ingatan. Amel baru saja pulang. Di sana ada Sherin, Karina, Hafid, Novia Suryandari, si kecil Aru, Iqbal, juga Mas Yon. Sebenarnya kami punya janji untuk ke Rambipuji, ke acara resepsi pernikahannya Mega Silvia. Hana sakit, jadi saya tak bisa mengantarnya ke sana. Mungkin anak-anak juga berpikir demikian, mereka tak jadi berangkat ke Rambipuji. Hanya Qorry Aina' Damayanti yang berkirim foto, dia sedang foto bersama Mega Silvia di Rambipuji. 

Aru saya bawa sebentar ke kamar Hana. Gadis kecil itu melongo, mungkin heran kenapa Budenya pakai selimut tebal. Hana demam tapi juga menggigil kedinginan. Sebentar-sebentar Aru bilang, "Udeee, Udeee." Sesakit-sakitnya Hana, bila Aru yang datang, dia masih saja berusaha keras menanggapinya. Rasanya ia sedang pura-pura tidak sakit. Tak lama kemudian, Aru saya bawa kembali ke ruang ingatan. 

Saya kembali menonton 'You and Everything Else.' Sebuah kisah persahabatan, cinta, dan kerumitan perasaan perempuan. Menyayat hati. Masalah sepele bisa jadi gede dan bertele-tele, sangat Titania Elsa. 

Elsa, terima kasih ya. Series itu hadir di saat yang tepat. You and Everything Else. 

TAMASJA NET

0 comments