Faire De La Vie
SAYA masih ingat ketika Faire De La Vie masih ada di dalam perut. Di sepanjang 2023 kami banyak melakukan kerja-kerja geologi, banyak mengunjungi sungai-sungai di kabupaten Jember. Krisna Kurniawan dan drg. Niken Rini, orangtua Faire De La Vie, sekali waktu mereka juga ikut blusukan bersama teman-teman kolektif Sudut Kalisat. Tentu saya dan Hana mengambil kesempatan itu untuk belajar batuan dan mineral, juga belajar tentang dasar-dasar geologi. Si cantik Notre Bel Enfa, kakak kandung Faire De La Vie, dialah yang meramaikan suasana. Sungguh sebuah proses perjalanan Kalisat Tempo Dulu (KTD) 8 yang manis, berdurasi panjang, lagi penuh cerita.
Proses Batuan Berkisah, 2 Juni 2023
Dalam foto yang saya sertakan ini, tampak Notre Bel Enfa sedang dipangku oleh Mama Ken, dan si kecil Faire De La Vie masih ada di dalam perut. Kami ingat, ketika itu Notre pakai pelampung lengkap namun takut nyemplung ke dalam air. Katanya, takut rumput. Novia Suryandari bilang, "Itu bukan rumput Re, tapi lumut." Percuma saja Novia bilang begitu, Notre tetap kepiyer.
Bersama Notre Bel Enfa, kisah kami membentang seperti rel kereta api. Kami bahkan pernah bikin gigs intimate di hari lahir Notre Bel Enfa, juga di hari lahir drg. Niken Rini. Namun kami belum memiliki kisah yang banyak bersama Faire De La Vie.
Ultah Faire De La Vie, 20 Oktober 2025
Kami tak mau menyia-nyiakan malam ini, malam ketika Faire De La Vie merayakan hari lahirnya yang ke-2 tahun. Sejak sore, Anin berencana pulang ke kosannya di Jember kota. Namun dia menundanya, sampai bisa ikut ke rumah Mas Krisna, lalu dari sana Anin akan segera kembali ke kosan. Di sore itu juga, ketika M. Fabian Aldiano dan Mas Budi baru saja pulang, Qorry Aina' Damayanti datang ke ruang ingatan. Inilah formasi kami di ultah Faire De La Vie; saya dan Hana, Anin, Karin, Aina. Kami melakukan foto bersama Notre Bel Enfa dan Faire De La Vie.
Di keseharian, kami memanggil Notre dengan panggilan Rere. Panggilan sayang untuk adiknya adalah Levi, mengingatkan pada Levi Strauss.
Levi, selamat hari lahir ya dek. Keren, sudah dua tahun. Kamu lahir sesaat setelah gelaran puncak KTD 8 Batuan Berkisah, 6, 7, 8 Oktober 2023. Terima kasih sudah turut berproses di pameran tahunan itu, bahkan meskipun kamu masih belum lagi dilahirkan.
Cerita tambahan.
Pulang dari rumah Rere dan Levi, kami berpisah dengan Anin di ujung gang di samping utara pom bensin. Anin segera pulang ke kosan, kami berempat kembali ke ruang ingatan di kampung Lorstkal. Rupanya di ruang ingatan sudah ada Hamdan Tamimi, dia kehujanan dari Jember kota. Hujan baru reda ketika Hamdan Tamimi telah memasuki lanskap Kalisat.
Tak lama di ruang ingatan, teman-teman Kolektif Akaretak datang berkunjung. Mula-mula berempat; Nabila, Dinda, Prima, dan Adam. Sekira satu jam lebih, datang Ivan, suami Adam. Dia habis nganterin kakaknya di terminal Tawang Alun.
"Jauh juga ya, dari Tawang Alun ke Kalisat."
Mendengar itu, kami tentu tertawa. Bila dari Wirolegi, tempat tinggal Ivan dan Nabila, tentu tak terasa begitu jauh. Namun bila dari arah terminal Tawang Alun di barat kota Jember, lumayan, jaraknya sekira 25 Kilometer.
Bersama Kolektif Akaretak, kami mengalami perjumpaan dua hari berturut-turut, kemarin di Kedai Sinisuka Bondowoso dan hari ini di Kalisat.
Teman-teman Sudut Kalisat berinisiatif untuk menjamu Kolektif Akaretak dengan memasak. Maka berangkatlah Aina' dan Hamdan Tamimi ke pasar tradisional Kalisat. Aldi datang siap membantu. Lalu, agak malam datang Mas Nur Riyono alias Mas Yon. Sherin Fardarisa baru tiba di ruang ingatan pukul 22. 18 WIB. Dia naik kereta api dari Malang dan turun di stasiun Kalisat. Berjarak sekian menit dari Sherin, dua atau tiga menit saja, datang Iqbal, vokalis Selokan Belakang. Dia tidur siang, sehabis Dzuhur, dan baru bangun pukul delapan malam.
Hingga tulisan blog berjudul 'Faire De La Vie' ini sudah selesai saya tulis, makanan tak kunjung matang. Teman-teman masih terlihat sibuk di dapur. Syukurlah ada gorengan, Hamdan dan Aina' yang baru saja membelinya. Mereka keluar sebentar, sekalian beli bubuk kopi di tetangga Mas Budi di seberang Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat di desa Ajung.
Hari yang indah penuh warna. Terima kasih Tuhan.


0 comments