Omne Initium Difficile Est
Setiap awal itu sulit. Omne initium difficile est. Tapi sesuatu harus dilakukan. Saya tak bisa diam saja meratapi kehilangan blog personal rzhakim. Ia memang sebuah kehilangan terbesar di bulan Oktober, namun bukan untuk dipikirkan terus menerus. Toh dengan kehilangannya, menjadikan saya teringat hal-hal kecil lainnya seputar dunia blog. Satu di antaranya, tiba-tiba saya teringat keberadaan blog di wordpress, yang sama-sama memiliki nama rzhakim. Ia hanya punya satu postingan, tertanggal 19 Agustus 2009, berjudul Burung Kata-kata. Entah pakai email apa blog wordpress itu, saya lupa.
Dunia blog pernah menemani hari-hari saya, terutama di rentang waktu 2007 - 2014. Paska Pilpres 2014, dunia blog tidak sama lagi. Blogger, sebutan untuk para penulis blog, ia terbagi-bagi menjadi banyak nama. Pelan tapi pasti, sebutan 'netizen' sudah tak menarik lagi. Padahal saya masih punya kaos bertuliskan 'Aku Bangga Menjadi Netizen' hasil cetakan tahun 2013. Setelah Pilpres yang berdarah-darah itu muncul istilah-istilah baru, mulai dari influencer hingga buzzer.
Zaman Friendster.
Dulu ada sebuah medsos yang sangat populer. Sebegitu populernya hingga sampai tahun 2009 orang tak percaya bahwa Facebook akan berhasil menjadi pesaingnya. Ya, ini tentang Friendster. Pada akhirnya Friendster tutup juga pada 2011. Ia adalah sebuah jaringan pertemanan seperti Facebook namun lebih kaya warna. Orang bebas melakukan perombakan pada tampilannya. Bahkan teman-teman Linux di Jember sekali waktu mengadakan lomba tampilan Friendster. Ia adalah zaman dimana Universitas Jember masih dikepung oleh aneka warung internet alias warnet, sebuah kios persewaan komik, kios penjualan koran dan majalah di trotoar JL. Jawa, dan Toko Buku Toga Mas di JL. Kalimantan. Masih cocok disebut 'Kampus Bumi Tegalboto' karena ada aroma literasi kerakyatan di sana. Kini istilah 'Kampus Bumi Tegalboto' kurang terdengar, barangkali karena kampus itu telah dikepung oleh dunia gastronomi. Dimana-mana yang terlihat hanyalah makanan dan minuman.
Frienster menjadi menarik sebab di dalamnya ada juga aplikasi blog Frienster. Saya membuat blog di sana, di medio 2004 - 2005. Bikin juga kumpulan catatan di Myspace, seperti medsos Instagram di hari ini. Ia fokus pada dunia musik. Saya produktif menulis gegap gempita musik indie di sana. Juga punya seorang sahabat dari California.
Sama seperti Friendster, Myspace juga pudar ditelan ledakan teknologi yang tak henti melakukan inovasi.
Blog lain yang pernah saya bikin ada di Multiply. Saya pakai ID Naong. Lagi, Multiply kelak juga tutup.
Pada 24 Mei 2008, Ibu saya meninggal dunia. Setelah masa berkabung hingga Pilpres 2014, saya produktif sekali menulis di blog, juga bikin lagu-lagu baru. Antara 2014 hingga 2017 saya memang masih menulis di blog, sekali dua kali. Hingga kemudian benar-benar berhenti. Saya kira itu hanya sebuah hiatus. Rupanya bukan sekadar hiatus melainkan sebuah dormansi yang sangat panjang. Bila dihitung dari masa produktif, butuh waktu dormansi sembilan tahun untuk memulai kembali.
Bila harus mengenang masa-masa produktif menulis di blog selama enam tahun, 2008 - 2014, saya teringat akan teman-teman lama yang turut membesarkan. Beberapa dari mereka saya sematkan di blog statis yang hanya mencatat alamat blog. Saya menyematkan itu di blog Rock N Roll | acacicu.
Di suatu hari yang pantas untuk dikenang, Senin Wage, 20 April 2015, kami pindah ke Kalisat. Semakin hari saya semakin menjauh dari blog personal, namun memilih membuatkan blog di media gratisan blogspot untuk teman-teman Kalisat. Ia adalah blog Kari Kecingkul. Tulisan terakhir di sana tertanggal 6 Desember 2017, berjudul; Menuturkan KTD Pada Ayos Purwoaji dan Tim.
Praktis, di rentang masa 2014 - 2017 itu saya tak lagi memiliki greget pada dunia blog. Tak lagi bisa merasakan suasana riang gembira. Saya sesekali menulis karena iseng dan atau karena merasa perlu menuliskan itu di blog. Di sepanjang tiga tahun itu pula dunia blog personal telah ada infiltrasi dari pasar ekonomi, pemodal besar, sosial politik, dan mungkin memang harus mengalami perubahan. Zaman bergerak, kita juga bergerak di dalamnya. Paska 2014, Anda bisa membaca artikel ala-ala blog personal di banyak website, di antaranya di website Mojok.
Setiap awal itu sulit. Omne initium difficile est.
Catatan ruang ingatan.
Mas Budi pamit pulang pukul 16.45 baru saja. Berjarak sebelas menit kemudian, Aldi datang membawa pesanan Zuhana. Hamdan Tamimi masih kerja di toko BRIWork Unej dan belum lagi pulang. Ruang Ingatan sepi. Barangkali baru nanti malam ada Hamdan, Aldi, Mas Budi, dan Mas Yon.
Sore yang basah setelah hujan. Saya baru saja selesai berkebun sebentar, memotong pohon tembakau yang sudah menua, juga melanjutkan memotong beberapa ranting pohon jarak, pohon bungur, dan merapikan helai-helai daun serai.
0 comments