Series Membaca kenangan
Blog ini lahir sesaat setelah terkuak fakta bahwa seorang Karina Putri Yuni Kuswanto memiliki catatan personal. Ia menyimpannya di blogspot, pakai nama karinpyk. Meskipun bukan seorang penulis yang rajin, rupanya sudah lama Karin punya blog itu. Senang mendengarnya. Masih muda, 23 tahun, bisa memasak pakai panci dan dandang milik Brigif 9 Jember, bisa bikin kopi, punya suara yang bagus ketika bernyanyi, dan punya blog! Alangkah keren dirimu, Karin.
Tamasja.
Mulanya ingin pakai nama tamasya, diambilkan dari tamasya band, tapi nama itu tidak bisa dipakai di aplikasi ini. Mungkin sudah ada yang menggunakannya. Maka jadilah tamasja, memakai Ejaan Soewandi alias Ejaan Republik, sebuah ejaan perlawanan yang berlaku sejak 19 Maret 1947 dan kelak dihabisi oleh Ejaan Yang Disempurnakan alias EYD, berlaku sejak 1972. Apa saja nanti isi blog tamasja? Tidak tahu, entahlah. Namun semoga ia dapat menjadi semacam series. Series membaca kenangan. Ia belum tentu bersifat lampau. Bisa juga keseharian di ruang ingatan. Sama saja, ke depan cerita-cerita kecil itu toh akan menjadi sebuah kenangan.
Tamasja berasal dari bahasa Arab, masja alias masya, artinya berjalan. Ia memiliki konotasi sebagai perjalanan atau jalan-jalan. Dilihat secara etimologi, tamasja akan menarik bila diisi pula dengan kisah-kisah perjalanan. Tak peduli destinasi. Jauh dekat sama saja, asal bertebaran di muka bumi.
Misalnya di hari-hari depan blog ini mengalami mati suri, tidak apa. Orang kadang butuh dormansi untuk menuju sesuatu yang lebih baik. Akan tetapi, bila masih bisa diperjuangkan, kiranya blog ini akan penuh oleh cerita-cerita yang biasa saja, kisah sehari-hari. Seperti malam ini ketika kata-kata mulai ditumpahkan untuk tamasja, Iqbal sedang di depan tap milik Anon, Mas Yon sedang gelisah hendak memulai mural, dan dapur RI sedang ramai oleh aktifitas Anon, Karin, dan Bude Hana. Hari sudah larut, Hamdan masih di Jember dan belum pulang ke ruang ingatan. Katanya, ia sedang punya job baru. Bisnis kecil-kecilan, mungkin.
Sepertinya sudah, begini saja dulu. Terima kasih Karin, sudah mengingatkan bahwa di dunia ini ada juga dunia paralel yang bernama blog. Sudah lama sekali rasanya tak menjamah dunia itu.
2 comments
wuhuwww
BalasHapusAlhamdulillah, komentar perdana disandang oleh Karina Putri Yuni Kuswanto.
Hapus