Menikmati Hujan di Tepi
by
tamasja
- Januari 28, 2026
USAI makan bakwan Malang di utara Puskesmas Kalisat, tepat di pertigaan JL. Garuda Kampung Templek dekat Musala Haji Badjuri, kami tak segera pulang ke Lorstkal melainkan masih menuju warung kopi dan teh milik Faisal. Namanya TEPI, teh dan kopi. Ia ada di kompleks Terminal Kalisat, di samping masjid. Foto di atas diabadikan oleh Hamdan Tamimi, saat kami menikmati hujan dan ketika Elsa datang lalu disusul oleh Wildan.
Kata Wildan, dia akan tetap ada di ruang ingatan sampai pameran Sudut Kalisat di WeekendKalcer tuntas dilakukan.
Malam harinya, teman-teman bikin simulasi pameran di ruang ingatan. Kain-kain tile dibeber. Hafid terlihat sibuk mengukur, sesuai ukuran di Agrokita ketika dia dan teman-teman melakukan survey pada 9 Januari 2026. Pameran kali ini mereka beri judul, 'Kelak yang Kita Punya Hanya Bayang-bayang.' Selain pameran yang terkonsep, mereka juga menyediakan sebuah zine dengan judul yang sama, untuk dijual di Panggung Intim bersama Banda Neira di acara WeekendKalcer itu.
Selama menikmati kopi tubruk robusta di TEPI, kami manfaatkan perjumpaan itu dengan saling berbincang. Syahdu juga saling berbagi kisah masing-masing dengan diiringi suara hujan.













