Dia Ingin Jadi Youtuber
by
tamasja
- Januari 05, 2026
Teringat saat antar stempel Sudut Kalisat ke Hana dan 'Aina di Kantor Pelayanan Pajak Jember, namun kami janji jumpa di Kedai WTC. Saat itu Jumat Wage, 2 Januari 2026. Saya berdua dengan Hamdan Tamimi, menikmati suasana kedai yang ndilalah tak begitu ramai itu. Mula-mula saya berbincang dengan Revo Marando, lalu gabung Ghanesya. Kami membicarakan keadaan negeri ini, situasi geopolitik, hingga sepak terjang Presiden sejak ia dilantik pada 20 Oktober 2024 hingga kini.
Lama kemudian, saya kembali berdua dengan Hamdan. Revo pindah meja dan berbincang bisnis dengan rekannya. Ghanesya ada urusan menjemput si kecil.
Datang Catur Budi Prasetiya. Kami lama tak jumpa. Perkenalan kami biasanya sebatas saling sapa dan saling bertanya kabar. Setahu saya, Catur bekerja di sebuah bank. Dulu dia memang menimba ilmu di Fakultas Ekonomi dan aktif di Persma kampus.
Entah bagaimana mulanya, tiba-tiba saja saya bercerita tentang rencana Hamdan untuk bikin usaha kios buku di tengah-tengah pasar tradisional di Kalisat. Saya bilang ke Catur, mungkin ada masukan. Entah pencatatannya atau strategi penjualannya. Saya bilang seperti itu karena melihat latar belakangnya.
Kini giliran Catur yang bicara. Rupanya dia baru saja resign dari pekerjaannya. Semua usaha telah ia coba, namun sekarang dia sedang memutuskan untuk menjadi seorang YouTuber.
"Wah keren," kata saya. "Iku sebuah keputusan besar."
Catur kalem saja menanggapi komentar saya. Lalu dia bilang, "Duduk agama. Dadi, iku duduk sebuah keputusan besar."
Selanjutnya, saya lebih banyak mendengar cerita dari Catur. Rupanya dia benar-benar serius dengan keputusannya, meskipun bagi Catur keputusan tersebut bukan hal yang besar. Biasa saja.
Yowes tak dungakne mugo-mugo sukses, lur. Sehat-sehat kabeh sak keluarga.



